Paser, Paser Pena – Desa Muara Toyu, Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur (Kaltim) kembali dilanda banjir pada Jum’at (29/11/2024).
Banjir tersebut diduga disebabkan meluapnya sungai Telake yang melintasi jalur darat Lintas Kalimantan tepatnya di sebuah kota kecamatan Long Kali, jalan utama yang menghubungkan Tanah Grogot dengan Penajam.
Dilihat dari video yang diunggah oleh akun facebook Jurly Guzman Llizar Amin pada Jum’at (29/11/2024) rendaman banjir tersebut terjadi sekira pukul 06.15 WITA.
“Kondisi air desa Muara Toyu tertanggal 29 Nopember 2024 pukul 6 lewat lima belas menit pagi,” ujar warga yang merekam video peristiwa banjir tersebut.
Namun warga tersebut tak menyebut apa yang menjadi penyebab kampung Toyu kembali dilanda banjir. Kendati demikian, Banjir yang kerap melanda kampong Toyu ini terletak di hulu sungai Telake yang memiliki populasi penduduk 4.119 jiwa.
Sebelumnya pada 2021 lalu, Bupati Paser dr Fahmi Fadli menggelar rapat penanganan banjir diruang rapat Sadurengas Pemkab Paser, Kaltim pada Kamis (7/10/2021)
Pertemuan yang dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesra Romif Arnadhi dan dihadiri Sekda Katsul Wijaya, Asisten Administrasi Umum Murhariyanto, unsur Dinas terkait dan jajaran Camat, membahas upaya jangka pendek, menengah dan panjang yang akan dilakukan Pemkab Paser guna penanganan banjir ini.
Dalam rapat tersebut, Plt Kepala BPBD Kasriyah, melaporkan untuk Kecamatan Long Kali ada 10 desa dan kelurahan Long Kali yang terendam banjir.
Sementara itu, Camat Long Ikis Riski Noviar menyebutkan, dari data terbaru 6 Oktober, tercatat ada 895 rumah terendam dengan kategori air sudah masuk kedalam rumah dengan jumlah 1074 kepala keluarga atau 3813 jiwa.
“Banjir ini sudah terjadi 2 Oktober lalu, namun karena tergantung curah hujan, maka air naik turun dan dibanding banjir tahun 2017 lalu, tahun ini cukup besar,” kata Camat. Seraya menyebutkan, data yang terdampak bajir 10 desa ini belum termasuk Kelurahan Long Kali, dikutip Jum’at (29/11/2024).
Selain itu, Riski mengatakan, saat ini untuk Desa Kepala Telake tidak dapat dijangkau karena jembatan menuju desa tersebut yakni Sungai Sangar terputus dan berdampak tidak dapat dilakukan distribusi bantua ke Kepala Telake.
“Saat ini desa Kepala Telake terisolir. Bantuan hanya bisa sampai ke Desa Perkuin. Saat ini kita terus melakukan koordinasi dengan unsur komonitas trel dan lainnya sehingga bantuan dapat tersalurkan,” katanya.
Sementara, selain Kecamatan Long Kali, banjir juga terjadi dibeberapa kecamatan, yakni Muara Samu, Long Ikis, Batu Sopang, Muara Komam hingga Pasir Belengkong.
Meskipun tidak separah kecamatan Long Kali, namum dari laporan masing-masing Camat, dampak banjir disejumlah desa dilaporkan ada desa yang terisolir diantaranya Desa Muluy.


