Jakarta, Paser Pena – Dua orang peserta asal Kalimantan Timur (Kaltim) berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan menorehkan prestasi juara pertama pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Internasional ke-4, di Hotel Grand Sahid, Jakarta.
Kedua peserta yang membikin bangga warga Benua Etam sebutan Kalimantan Timur, yaitu Imranul Karim (Tilawah Putra) juara pertama dan Yasin Albarr (Tahfizh 30 juz) juara pertama.
Wamen Agama RI KH Romo Muhammad Syafi’i mewakili Menag RI KH Nasaruddin Umar di Jakarta pada Sabtu (1/2/2025) saat memberikan arahan pada penutupan MTQ Internasional ke-4 yang berlangsung 29 Januari-2 Pebruari 2025 mengucapkan rasa syukur lantaran juara pertama diraih semua diraih dari Indonesia.
“Kita bersyukur ya. Karena, kali ini juara pertama disabet semua dari peserta Indonesia. Sebenarnya, Pak Pj Gubernur Kaltim yang hadir langsung dan sangat bangga. Karena dua juara asal Kaltim,” ucap Muhammad Syafi’i.
Ia mengungkapkan, semua kategori disabet kafilah atau peserta Indonesia. Muhammad Syafi’i juga mengapresiasi seluruh peserta Indonesia yang berhasil meraih prestasi di ajang Internasional.
“Namun, perlu diingat, bahwa kemenangan sejati adalah milik kita semua. Manakala, kita berjuang dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” pesan Wamenag.
Demikian pula Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik yang menyaksikan dua kafilah asal Kaltim tersebut meraih prestasi. Dirinya merasa bangga dan terharu atas upaya yang dilakukan para peserta.
Menurutnya, kerja keras telah dilakukan sejak awal MTQN di Kaltim hingga sekarang, sehingga membuahkan hasil.
“Ini faktanya. Alhamdulillah peserta Kaltim mampu mewakili Indonesia, kita bersyukur bahwa kita pantas menjuarai tingkat Nasional,” ujar Akmal, usai penutupan MTQ Internasional, dalam keterangannya, dikutip Minggu (1/2/2025).
“Ini prestasi luar biasa bagi Kalimantan Timur. Kita sudah membuktikan di tingkat internasional,” tambahnya.
Tak hanya puas pada pencapaian tersebut, Pemprov Kaltim bersama LPTQ Kaltim terus melakukan pembinaan bagi generasi muda, dalam mencetak qori dan qoriah hingga hafiz dan hafizah di Kaltim.


