paserpena.com, Balikpapan – Pihak Kepolisian masih belum berhasil mengungkap siapa pelaku pembacokan di Dusun Muara Kate, Desa Muara Langon, Kecamatan Muara Komam, Kabupaten Paser, Kaltim.
Padahal peristiwa tersebut telah terjadi lebih sepekan yang menewaskan seorang warga bernama Rusel dan menyebabkan Ansouka (55) mengalami luka berat.
Seorang tokoh perempuan Dayak yang mendampingi warga, Mei Christy Mei pada Sabtu (23/11/2024) mengatakan bahwa dirinya mendesak aparat kepolisian segera mengungkap pelaku di balik insiden berdarah tersebut.
“Situasi terkini di lokasi sudah kondusif, tapi warga tetap berjaga-jaga. Informasinya, kepolisian masih bekerja keras mengungkap kasus ini. Kami berharap segera ada titik terang mengingat kasus ini sudah berjalan selama seminggu,” ujar Mei, dikutip dari IDN Times Kaltim, Minggu (24/11/2024).
Mei meminta aparat kepolisian memeriksa manajemen perusahaan tambang batu bara dan vendor pengangkutnya. Ia menduga serangan itu berkaitan dengan aksi pelarangan aktivitas hauling yang dilakukan oleh warga.
“Kejahatan ini terlihat seperti sudah direncanakan secara matang. Tidak menutup kemungkinan ada aktor intelektual di baliknya,” tegas Mei.
Mei Christy juga berharap pemerintah pusat turun tangan untuk mengungkap kasus penyerangan terhadap masyarakat Muara Kate ini.
“Hendaknya pusat segera turun tangan untuk memeriksa semua institusi terkait yang ada di Kalimantan Timur. Kenapa bisa ada pembiaran aktivitas hauling menggunakan jalan umum dalam waktu sekian lama. Ini pasti ada kekuatan besar yang terlibat,” pinta dia.
Dirinya juga meminta ada pemeriksaan terhadap oknum-oknum yang diduga memberikan izin truk-truk pengangkut emas hitam itu melintas sejak tahun lalu. “Semua yang terlibat harus dipanggil,” tegas dia.
Sebelumnya, Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) DPW Kalimantan Timur menggelar aksi damai di Polres Paser pada Jum’at (22/11/2024).
TBBR mendesak kepolisian untuk segera mengungkap pelaku penganiayaan, memberikan perlindungan kepada masyarakat adat, dan mendukung pelaksanaan hukuman adat jika pelaku berhasil ditangkap.
Selain itu, mereka juga meminta pertemuan antara TBBR dengan unsur Forkopimda Kabupaten Paser untuk mendiskusikan solusi jangka panjang.
Kapolres Paser AKBP Novy Adi Wibowo saat menerima aksi massa mengatakan berkomitmen untuk menghentikan aktivitas hauling batubara yang menggunakan jalan umum.
“Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengusut tuntas kasus ini dan memastikan keamanan masyarakat Muara Komam,” ujar Novy.
Redaksi


