paserpena.com, Penajam – Seorang siswa SMK kelas 3 SMK Nusantara menjadi korban dugaan penganiayaan oleh gurunya sendiri yang terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). .
Tak terima, orang tua siswa sontak melaporkan peristiwa tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres PPU pada Kamis (5/9/2024).
Orangtua siswa Andi Haerul mengungkapkan peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Rabu (4/9/2024).
Dengan nada kesal, orangtua siswa sangat kecewa dengan tindakan guru tersebut. Menurutnya, siswa seharusnya mendapatkan perlindungan di sekolah.
“Bukan malah diperlakukan seperti ini,” kata Andi Khaerul, dilansir dari Kaltim post, Sabtu (7/9/2024).
Kendati oknum guru tersebut telah meminta maaf, orangtua siswa tetap melanjutkan kasus ini ke jalur hukum. Kasus ini diharapkannya menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, utamanya pada dunia pendidikan.
“Saya ingin agar kasus ini menjadi atensi dan sekolah bisa belajar dari kesalahan ini,” pintanya.
Terkait perkembangan laporan kasusnya, “Sementara ini masih diinterogasi, dimintai keterangan dulu, dan belum tahu apakah dimediasi, apakah nanti lanjut,” ungkap Andi Khaerul.
Dirinya membeberkan keterangan pihak kepolisian, bahwa oknum guru tersebut tidak ditahan. Namun demikian, kasusnya tetap berlanjut.
Alasan dirinya melaporkan peristiwa yang menimpa putranya itu ke polisi sebagai bagian memperbaiki dunia pendidikan.
“Siswa itu seharusnya diberikan perlindungan, tetapi malah diperlakukan seperti itu,” sesalnya.
Andi Khaerul menjelaskan, anaknya diduga ‘dibogem’ oleh oknum guru pada bagian muka, perut dan dada.
“Sampai bibirnya pecah. Memukulnya kuat sampai anak saya itu sakit dan trauma,” sambungnya..
Namun, orangtua siswa ini tetap meminta agar anaknya itu melanjutkan sekolahnya di sekolah kejuruan itu.
Setelah terjadi dugaan pemukulan itu, oknum guru itu lantas meminta maaf kepada anaknya.
“Enak saja habis berbuat minta maaf saja. Saya saja orangtuanya tidak memukul, kok. Tidak apa-apa diangkat di media biar sebagai atensi saja bahwa sekolah itu di belakang hari bisa belajar dari masalah ini,” tandasnya.


